Rabu, Februari 25, 2009

MANTAP HADAPI PERSIWA



Jefry Pasti Absen
Persik Lebih Prima saat Hadapi Persiwa

koncomacan - Menjamu Persiwa Wamena akhir minggu ini, kekuatan Persik akan lebih prima. Setelah sebelumnya selalu ada beberapa pemain yang absen baik akibat akumulasi kartu kuning, cedera, maupun menjalani sanksi dari BLI, saat laga Sabtu (28/2) nanti Persik relatif bisa memainkan komposisi terbaik. Sebab, hanya satu pemain yang dipastikan bakal absen.
"Yang pasti nggak bisa turun hanya Jefry (Dwi Hadi) saja," terang pelatih Persik Aji Santoso yang ditemui usai latihan kemarin sore.

Gelandang Macan Putih tersebut tak bisa diturunkan karena akumulasi kartu kuning yang diterimanya saat laga terakhir. Yaitu ketika melawan Sriwijaya FC (16/2) di Palembang lalu.
Selain Jefry, sebenarnya ada pemain Persik lain yang mendapat kartu kuning dalam pertandingan tersebut. Yaitu kapten kesebelasan Hamka Hamzah. Untungnya, Hamka belum masuk kategori akumulasi sehingga masih bisa dimainkan.

Kembali ke soal absennya Jefry, Aji mengaku tak terlalu membuatnya pusing untuk menyusun komposisi terbaik. Walaupun selama ini Jefry selalu jadi starter, namun stok gelandang relatif lebih tersedia. Masih banyak nama-nama yang bisa menggantikan peran pemain bernomor punggung tujuh tersebut.

Di antara nama-nama yang siap menggantikan Jefry tersebut adalah Legimin Raharjo dan Agus Susanto. Keduanya dipastikan bisa kembali bermain setelah mendapatkan hukuman akibat akumulasi kartu kuning.
"Masih ada pemain pengganti (bagi Jefry), Legimin dan Agus kan sudah boleh turun lawan Wamena nanti," lanjut pelatih yang genap dua bulan menjadi arsitek Persik tersebut.
Sebenarnya, ada satu lagi pemain di sektor lapangan tengah yang bisa saja batal merumput. Yaitu Fadil Sausu. Fadil terancam absen karena dikabarkan sedang menderita sakit.

"Sejak dari Palembang dia agak sakit, kemungkinan turun masih fifty-fifty," tambah Aji.
Kemarin, Fadil juga tak ikut dalam latih tanding. Dia hanya berlatih sendiri. Aji berharap gelandang muda asal Palu tersebut kondisinya terus membaik hingga sebelum laga. Agar skuadnya lebih lengkap dan bisa meraih poin pada laga keempat tersebut.

Label:

PEMAIN ASING TAK MAIN


Asing Baru Terancam Tak Main
Belum Kantongi Kelengkapan Administrasi

koncomacan - Menjelang laga versus Persipura Jayapura Sabtu (28/2) nanti, Arema sudah mengambil beberapa kebijakan frontal. Tim dua kali juara copa tersebut mencoret tiga pemain asing dan mengontrak tiga pemain asing baru.
Harapannya, tenaga tiga pemain baru itu bisa digunakan saat menghadapi pamuncak klasemen sementara Djarum Indonesia Super League (DISL). Hanya, asa manajemen Arema untuk menggunakan amunisi baru itu tampaknya bakal menemui batu sandungan.

Tiga punggawa asing baru -Fortune Udo (Nigeria), Buston Nagbe Browne (Liberia), dan Chmelo Roman (Slovakia)- hingga kini masih belum memiliki beberapa kelengkapan administrasi. Mereka belum mengantongi visa kerja, kitas (keterangan izin tinggal sementara), dan ITC (international transfer certificate). Ketiga pemain asing yang berada di bawah agensi Indobola Mandiri tersebut juga belum lolos tes kesehatan.

Pemain asing baru Singo Edan -julukan Arema- tersebut memerlukan ITC karena sebelumnya bermain di klub luar negeri. Fortune sebelumnya bermain di Negeri Sembilan FC (tim level I Malaysia). Roman membela Selangor FC (tim level I Malaysia). Demikian pula Buston yang musim lalu memperkuat The Cong Vittel (tim level I Vietnam).

Eko Subekti -owner Indobola Mandiri- menjelaskan, kemungkinan ketiganya bisa bermain saat lawan Persipura minim. Di antara mereka, hanya satu pemain yang memiliki kans untuk tampil menghadapi Mutiara Hitam -julukan Persipura. Yakni Fortune. "Fortune masih bisa diusahakan untuk tampil," ujar dia.

Pria asal Tuban tersebut menambahkan, rencananya pagi ini Fortune bertolak ke Jakarta. Lalu Kamis, pemain berposisi striker tersebut akan mengikuti tes fisik dan kesehatan. Jumat pagi, Fortune akan bertolak ke Singapura untuk mengurus visa dan kitas di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Negeri Singa itu. "Tentunya, saya berharap agar ITC dari Malaysia segera didapatkan. Bila ITC belum ada, Fortune tak bisa main," ungkap Eko.
Berbeda dengan Fortune yang masih mempunyai peluang tipis untuk tampil, kans Roman dan Buston untuk tampil kelihatannya tertutup. "Roman dan Buston sementara pada saat melawan Persipura di-close dulu. Sudah tak mungkin untuk dipaksakan," lanjut mantan manajer Arema itu.

Pernyataan Eko tentu saja membuat miris Arema. Apalagi, lawan yang bakal dihadapinya adalah tim tangguh sekaliber Persipura. "Harapan saya sebenarnya ingin tenaga asing itu bisa digunakan. Tetapi, kalau memang tak memungkinkan, ya tidak masalah," ucap Gusnul Yakin, pelatih Arema.

Agen Kembalikan Leo ke Rumania

koncomacan - Pencoretan Leo Chitescu oleh manajemen dan pelatih Arema sangat disesalkan agennya. Itu karena gelandang asal Rumania tersebut baru satu kali bermain untuk Arema. Yakni saat menghadapi Persik Kediri pada 2 Februari lalu di Stadion Kanjuruhan.
Leo dicoret Arema sejak Sabtu (21/2) lalu atau sesaat setelah tim berjuluk Singo Edan tersebut melakoni partai uji coba menghadapi Persis Solo di Stadion Gajayana. Posisi pemain yang menguasai delapan bahasa asing itu digantikan Chmelo Roman, gelandang asal Slovakia.
Eddy Syah -agen di bawah bendera Ligina Sportindo yang menaungi Leo- menjelaskan, penampilan Leo pada laga melawan Persik merupakan debut bersama Arema. "Saya objektif, Leo memang kurang bagus saat menghadapi Persik. Tapi itu bukan karena skill, melainkan karena grogi saja di laga perdananya," ujarnya.

Dia menambahkan, Leo dipilih pelatih Arema Gusnul Yakin melalui jalur seleksi. Sehingga, skill dan kualitas Leo sudah diketahui pelatih. Karena itu, nama mantan pemain Persib Bandung tersebut kemudian diajukan Gusnul untuk dikontrak. Jika memang Leo kualitasnya sudah dianggap tak mumpuni, tentu pelatih tak akan merekomendasikan namanya kepada manajemen. "Aneh, setelah merekomendasikan untuk dikontrak, dia (Gusnul) malah merekomendasikan dicoret. Tapi saya tak mempermasalahkan keputusannya. Saya dan Leo tak akan mengiba-ngiba," kata Eddy.

Setelah dicoret Arema, Leo masih belum mempunyai tujuan pasti. Rencananya, pemain berusia 28 tahun itu akan ditawarkan ke klub-klub Djarum Indonesia Super League (DISL) yang belum mempunyai gelandang. Sisa waktu pendaftaran yang tinggal empat hari lagi akan digunakan secara efektif untuk mencari klub baru. Untuk diketahui, pendaftaran pemain DISL akan ditutup Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) pada 28 Februari mendatang.
Bagaimana jika dalam waktu empat hari Leo masih belum mendapatkan klub? "Dia akan kembali lagi ke negaranya (Rumania). Dia lebih baik pulang daripada terlunta-lunta di Indonesia," sambung Eddy.

Sebenarnya, Leo sempat mempermasalahkan kompensasi yang diberikan manajemen Arema kepada dirinya. Mantan gelandang PSM Makassar tersebut menginginkan gajinya dibayar penuh selama kontrak selama enam bulan. Hanya, manajemen Arema hanya mau memberikan kompensasi satu bulan gaji. "Awalnya memang ada sedikit masalah. Namun, masalah kompensasi sudah tidak ada masalah. Itu karena kami masih respek dengan Arema. Apa yang diberi Arema, itu yang diterima Leo," ungkap Eddy.

Arema U-21 Kalahkan Persela U-21
Kans Merebut Runner Up Terbuka

koncomacan - Debut manis dilakoni Arema U-21 dalam putaran kedua grup II Indonesia Super League (ISL) U-21. Bermain di Stadion Kanjuruhan sore kemarin, Arema menyikat Persela Lamongan U-21 dengan skor 2-1 (1-1).
Gigih May Siswantoro menjadi pahlawan Arema U-21 dalam laga yang dipimpin wasit Arif Bulqini dari Surabaya tersebut. Pemain yang akrab disapa Cemani itu mencetak dua gol pada menit ke-22 dan ke-65. Sedangkan gol semata wayang Persela U-21 diceploskan Zaenal Abidin menit ke-38.

Dengan kemenangan yang diraih anak didik Supriyadi tersebut, Arema U-21 berhasil membalaskan kekalahannya atas Persela U-21 pada putaran pertama lalu di Stadion Surajaya, Lamongan. Saat itu, Arema U-21 ditekuk dengan skor sama: 1-2.
Kemenangan atas Persela U-21 juga mengerek posisi Arema U-21 ke peringkat empat klasemen sementara ISL U-21 dengan raihan tujuh poin. Tak hanya itu. Tiga poin tambahan itu membuka kans Arema U-21 untuk mendapatkan satu tiket menuju babak empat besar. Untuk lolos ke babak berikutnya, Arema harus mampu menempati juara grup atau menjadi runner up terbaik.
ISL U-21 dibagi tiga grup. Masing-masing grup terdiri atas enam tim. "Untuk mengejar juara grup II tampaknya cukup sulit. Target kami sekarang adalah runner up terbaik," jelas Yanuar Hermansyah, pelatih kiper Arema.

Posisi pamuncak klasemen sementara grup II untuk sementara ditempati Persik Kediri U-21 yang sudah mengantongi 13 poin. Sedangkan runner up ditempati Persib Bandung U-21 yang sudah mengoleksi 12 poin. "Kemenangan ini menjadi modal bagi kami untuk terus meraih poin," ungkap pria yang akrab dipanggil Begal tersebut.
Sementara, pelatih Persela U-21 Ragil Sudirman kecewa dengan kekalahan anak asuhnya. Menurut dia, seharusnya Persela U-21 mampu meraih poin penuh. Sayang, wasit yang memimpin laga dianggap terlalu berpihak kepada tuan rumah.
Walau kalah, posisi Persela U-21 di klasemen tak berubah. Mereka tetap menempati posisi ketiga dengan raihan sembilan poin.

Label:

AREMANIA DAPAT GRASI



Aremania Berpeluang Dapat Grasi Nurdin

koncomacan - Aremania sepertinya tak usah menunggu satu tahun lagi untuk mengakhiri masa hukuman dari Komisi Banding (Komding) PSSI. Itu karena adanya sinyal dari Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang akan memberikan grasi kepada suporter fanatik Arema tersebut.
Adanya sinyal positif itu disampaikan Slamet, Aremania Korwil Tongan. "Saya sudah bertemu dengan Pak Nurdin. Kedatangan saya untuk menyampaikan surat dari Pengcab PSSI Kota Malang," ungkapnya.

Dia menambahkan, kehadirannya bertemu Nurdin bukan bertujuan untuk mengemis-ngemis pengampunan. Tetapi, dia berupaya untuk mendapatkan keadilan. Upaya meminta keadilan dilakukan karena terhukum-terhukum lainnya juga sudah mendapatkan grasi dari Nurdin.
Bahkan, lanjut Slamet, rencananya Nurdin juga akan hadir langsung di stadion menyaksikan laga Arema versus Persipura. Bisa jadi, kesediaan mantan terpidana kasus korupsi tersebut merupakan pertanda baik bakal diberikannya grasi. "Insya Allah Aremania akan diberi grasi. Tapi, saya tak bisa memastikan," ucap dia.

Bila Nurdin memberikan grasi, secara otomatis sanksi skorsing dua tahun yang tertuang dalam Keputusan Komding PSSI No 29/KEP/KB/LI-XIII/II-08 kepada Aremania akan batal dengan sendirinya. Pada awalnya Aremania mendapatkan sanksi tak boleh menggunakan atribut di seluruh stadion Indonesia dalam laga resmi selama tiga tahun dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Namun, setelah mengajukan banding, sanksi diperingan menjadi satu tahun.
Sanksi itu diberikan karena Aremania telah merusak Stadion Brawijaya, Kediri, dalam babak delapan besar Ligina XIII pada 16 Januari 2008 lalu. Saat itu Arema menghadapi Persiwa Wamena.

Humas Pengcab PSSI Kota Malang Jarot Edy Sulistyono menambahkan, pengcab memang mengirimkan surat kepada Nurdin. Surat itu tertanggal 10 Februari dengan Nomor. 32/Pengcab PSSI/II/2009. Surat itu berisi tentang permohonan penghapusan sisa waktu hukuman Aremania, suporter PS Arema. "Surat itu disampaikan kurir dari komunitas sepak bola pada Senin (23/2) lalu," kata Jarot.

Menurut mantan kabag humas Pemkot Malang tersebut, surat dari pengcab mendapatkan sambutan cukup baik. Terbukti Nurdin akan datang langsung ke Malang. Nah, untuk menyambutnya, pengcab telah berkomunikasi dengan panpel Arema agar venue laga Arema versus Persipura dipindah. Dari semula di Stadion Kanjuruhan dipindah ke Stadion Gajayana. "Inisiatif pemindahan venue bertujuan agar Nurdin tak perlu jauh-jauh ke Kanjuruhan sehingga tak perlu terjebak macet," terang Jarot.

Ketua panpel Arema Muhammad Muklis mengatakan, surat dari Pengcab PSSI sudah dikirimkan ke Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). Hanya, hingga saat ini dia masih belum mengetahui jawaban BLI. "Untuk sementara, kami tetap mengondisikan pengamanan laga di Kanjuruhan sampai ada pemberitahuan tertulis," ujar Muklis

Label:

GAJI PEMAIN ASING DIBATASI



Musim Depan, Gaji Pemain LSI Dibatasi

koncomacan - PSSI akan membatasi gaji pemain yang merumput di Liga Super Indonesia (LSI). Bukan hanya pemain asing, tapi juga pemain nasional.
Standarisasi ini akan diberlakukan PSSI mulai musim depan. Wacana ini muncul akibat beberapa kasus yang melibatkan PSSI, terutama soal kontrak pemain asing.
"Klub kadang tidak beres dalam merekrut serta memutus kontrak pemain asing. Akibatnya, pemain asing ini mengadu ke FIFA. PSSI juga yang akhirnya terkena getahnya," kata Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, ketika dijumpai di kantor PSSI, Senayan, Rabu sore, 24 Februari 2009.
Nugraha tak mau menyebutkan kasus yang menimpa beberapa klub itu. Tapi, yang jelas banyak klub kalah jika sudah diadukan ke FIFA.

Akibatnya, mereka harus membayar kompensasi kepada si pemain. Seringkali pembayaran itu membuat bantuan FIFA kepada PSSI senilai 250.000 dolar AS alias hampir Rp 3 miliar per tahun harus dipotong.
"Jangankan membayar kompensasi, membiayai klub saja tak bisa. Kami terpaksa menerima pemotongan itu, karena banyak klub mengeluh kesulitan soal pendanaan," lanjut Nugraha.
Pembayaran pemain memang dianggap mulai memberatkan klub. Apalagi, kini klub tak lagi bisa bersandar kepada APBD.

Digodok BLI

Untuk itu, PSSI lewat Badan Liga Indonesia (BLI) dan Direktorat Status dan Alih Status Pemain akan membuat standarisasi gaji pemain itu. Standarisasi itu sesuai evaluasi berdasarkan kepada pengalaman si pemain.
Nilai pemain yang telah memperkuat Tim Merah Putih di Piala Asia dan SEA Games tentu berbeda. Nilai, kelayakan serta kualitas pemain asing yang boleh tampil di LSI nanti juga akan ditentukan oleh BLI.
"Ada pemain asing yang minta dibayar Rp 1,5 miliar. Padahal, nilai ia di negara asalnya cuma Rp 300 juta. Ini juga sebagai cara menghindari terjadinya jor-joran," lanjut Nugraha.
PSSI belum membatasi jumlah lima pemain asing di tiap klub LSI. Pasalnya, ini terkait dengan bisnis di pentas sepakbola Indonesia. Dan jumlah itu pun tak harus dipaksakan jika klub tak mampu.

Label:

PERSIPURA OPTIMISME



SURABAYA - Persipura Jayapura tidak mau larut dalam pesta kemenangan. Anak asuh Jacksen F. Tiago itu sukses kembali ke puncak klasemen Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009 setelah mempermalukan tuan rumah, Persela Lamongan, dengan skor 3-1 pada pertandingan yang dilaksanakan di Stadion Surajaya Senin malam (23/2).

Persipura langsung fokus menghadapi Arema Malang pada pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (28/2). "Kompetisi masih panjang. Kami tidak bisa terus terlena dengan kemenangan," kata Jacksen kepada Jawa Pos di Surabaya kemarin (24/2).
Dia menganggap, banyak hal yang harus dibenahi setelah laga melawan Persela. Ada beberapa pemain yang tidak tampil dalam kondisi terbaik. Apalagi, Arema berbeda dari Persela. Karakter permainan Singo Edan, julukan Arema, lebih mengandalkan permainan kolektivitas dengan disokong para pemain muda.

"Arema tim yang bagus. Kami harus kerja keras untuk bisa mengimbangi mereka," jelas pria asal Brazil yang sukses membawa Persebaya menjuarai Liga Indonesia baik sebagai pemain maupun pelatih tersebut.
Nah, Mutiara Hitam, julukan Persipura, pun langsung menggenjot pemainnya di Kota Batu. Itu dilakukan agar Eduard "Edu" Ivakdalam dkk bisa beradaptasi dengan Malang.
Saat ini, Persipura tengah berada di puncak permainan. Tim asal Papua tersebut belum pernah terkalahkan di kandangnya. Hanya Persijap Jepara yang mampu menahan imbang. Saat itu, Mutiara Hitam masih ditangani pelatih asal Malaysia, Raja Isa.
Edu dkk juga sukses mencuri kemenangan dan poin di laga away. Pada putaran kedua tersebut, selain mempermalukan Laskar Joko Tingkir, julukan Persela, anak asuh Jacksen itu menahan imbang Persib Bandung pada pertandingan di Stadion Jalak Harupat, Kab Bandung.

Manajemen Berat Lepas Jabatan
Deltras Terancam Pecah

SIDOARJO - Manajemen Delta Putra Sidoarjo (Deltras) tampaknya enggan kehilangan jabatan. Desakan dari suporter Deltras yang tergabung dalam Deltamania dianggap angin lalu. "Saya akan mundur kalau memang ada perintah dari Pak Win (Win Hendrarso, dewan pembina Deltras). Soalnya, dia yang ngangkat saya sebagai manajer," terang Awan Juliarto, manajer Deltras, kemarin (24/2).
Menurut Awan, desakan dari Deltamania adalah hal yang wajar dalam sepak bola. Sebab, semua pencinta Deltras pasti mempunyai pendapat yang berbeda- beda terhadap kinerja manajemen. "Boleh-boleh saja setiap orang melontarkan argumen. Saya nggak bisa melarang setiap orang untuk menyampaikan komentar atau pendapatnya," jelasnya.
Seperti diketahui, Deltamania menginginkan perubahan di jajaran manajemen tim berjuluk The Lobster tersebut. Hasil jeblok selama ditangani George Handiwiyanto selaku general manager membuat Deltamania jengah.
Memang, sejauh ini Deltras belum juga menunjukkan prestasi membanggakan. Christian Rene Martinez dkk masih terpaku di dasar klasemen Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009. Bayang-bayang degradasi pun mulai menghantui para Deltamania.
"Selama ini, prestasi Deltras memang jelek. Kami tidak ingin Deltras degradasi. Itu saja. Karena itu, kami menuntut adanya perubahan manajemen," terang Saiful Bakirok, ketua Deltamania. Namun, Awan bergeming dengan desakan tersebut. Tuntutan Deltamania, kata Awan, harus dipelajari dan ditindaklanjuti dengan mencari letak permasalahannya. "Saya baru akan mundur kalau memang Pak Win menyuruh mundur. Selain itu, kalau memang Pak George mundur, otomatis saya akan mundur," ucap Awan.
Sementara itu, George menyayangkan langkah Deltamania yang langsung melontarkan permintaan perubahan manajemen ke media. Seharusnya, menurut George, Deltamania berdialog terlebih dahulu dengannya.
"Saya kan jadi bertanya-tanya. Ada apa dengan tuntutan itu? Sebelumnya, suporter menginginkan perubahan pelatih, ya saya sampaikan ke Pak Win. Sekarang mereka malah menginginkan perubahan manajemen. Akan lebih bagus kalau tuntutan itu ditujukan ke Pak Bupati," papar George.
Setali tiga uang dengan Awan, George akan mundur setelah ada permintaan dari Win. Sebab, keputusan tertinggi terhadap nasib pengurus Deltras ada di tangan bupati Sidoarjo tersebut.
"Inilah akibat dari terus berlarut-larutnya dialog antara manajemen dan bupati. Sehingga, permasalahan ini tidak selesai-selesai," sesal George.
Selama ini, agenda pertemuan antara Bupati Sidoarjo dan manajemen Deltras memang tak pernah kesampaian. Terhitung, sejak pelengseran pelatih M. Zein Alhadad oleh manajemen Deltras pada Senin (8/2) lalu, agenda tersebut tak ubahnya hanya pepesan kosong.
Padahal, menurut George, agenda tersebut merupakan kunci utama untuk mendinginkan bola panas yang terus bergulir. Namun, gerak lambat juga ditunjukkan George.
Merasa bahwa agenda tersebut sangat penting, George tak berani mendesak Win untuk segera mengadakan rapat. Buntutnya, masalah tersebut tak kunjung selesai.
Malah, semakin menimbulkan banyak permasalahan. Di antaranya ialah kinerja isu adanya pelengseran George dari kursi general manager.
"Saya hanya bisa menunggu Pak Win untuk mengadakan rapat. Saya rasa tidak etis kalau saya mendesak Pak Win. Apalagi, beberapa hari lalu Pak Vino (Vino Rudi Muntiawan, ketua harian Deltras) sudah menjanjikan bahwa rapat itu."

Label:

AYOENG-PERSIK

SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA ... INI KANDANG KITA .. 13 DESEMBER PERSIK VS PERSIBA LIVE ANTV 15.30 DI BRAWIJAYA

Visitors

HTML Counter
Web Site Hit Counters
"BUKU TAMU KONCOMACAN"

HOME 13 DESEMBER PERSIK VS PERSIBA
HOME 13 DESEMBER PERSIK VS PERSIBA

View Results
Create a Blog Poll

JUARA LIGA SUPER 2009-2010?
JUARA LIGA SUPER 2009-2010?

View Results
Create a Blog Poll

MY LINK,TUKERAN YUUK,,,,

koncomacan
  • Edit-Me
  • KLASEMEN LIGA SUPER 2009-2010
    Klub M M S K SG Nilai
    PERSIBA 8 4 2 2 13-7 14
    AREMA 6 4 2 0 6-1 14
    PERSIWA 7 4 1 2 18-10 13
    PERSELA 5 4 1 0 5-1 13
    PSPS 8 3 3 2 9-8 12
    PERSIJAP 5 3 2 0 6-1 11
    PERSISAM 8 3 2 3 7-9 11
    PERSIPURA 7 1 4 1 9-8 10
    PERSEBAYA 7 4 1 2 18-18 10
    PERSEMA 6 3 1 2 8-8 10
    SRIWIJAYA 6 3 1 2 9-12 10
    PERSIK 7 1 5 1 8-6 8
    PSM 8 2 2 4 7-13 8
    PERSIJA 6 2 1 3 8-9 7
    BONTANG FC 8 1 3 4 9-10 6
    PERSIB 6 2 0 4 5-8 6
    PELITA 7 0 2 5 4-11 2
    PERSITARA 7 0 1 6 4-13 1
    TOP SKOR LIGA SUPER 2009-2010
    Jumlah Gol Nama Pemain
    6 DZUMANO HERAMAN EPANDI(PSPS)ANDI ODANG (PERSEBAYA)
    4 MARTIN ZADA(PERSELA)SAKTIWAN SINAGA(PERSIK)
    3 ALDO BARETTO(BONTANG)Noor Hadi(Persijap)
    2 Boaz Salossa(Persipura)
    7 Bambang Pamungkas(Persija)
    JADWAL PUTARAN PERTAMA LSI 2009-2010
    Tanggal Pertandingan Skor
    14/10/09 Persik vs Persisam 0-0
    17/10/09 Persik vs Bontang Fc 2-2
    21/10/09 Pelita vs Persik 1-1
    23/12/09 Persitara vs Persik 0-0
    22/11/09 Persik vs Persiwa 3-0
    25/11/09 Persik vs Persipura 2-2
    29/11/09 PSPS vs Persik 1-0
    02/12/09 Persija vs Persik 0-0
    13/12/09 Persik vs Persiba 0-0
    16/12/09 Persik vs PSM 0-0
    19/12/09 Persebaya vs Persik 0-0
    02/01/09 Persijap vs Persik 0-0
    10/01/09 Persela vs Persik 0-0
    17/01/09 Persik vs Persema 0-0
    20/01/09 Persik vs Arema 0-0
    23/01/09 Sriwijaya vs Persik 0-0
    26/01/09 Persib vs Persik 0-0
    JADWAL PUTARAN KEDUA LSI 2009-2010
    Tanggal Pertandingan Skor
    07/02/09 Persik vs Sriwijaya 0-0
    13/02/09 Persik vs Persib 0-0
    17/02/09 Arema vs Persik 0-0
    21/02/09 Persema vs Persik 0-0
    27/02/09 Persik vs Persijap 0-0
    03/03/09 Persik vs Persela 0-0
    06/03/09 Persik vs Persebaya 0-0
    17/03/09 PSM vs Persik 0-0
    20/03/09 Persiba vs Persik 0-0
    03/04/09 Persik vs PSPS 0-0
    10/04/09 Persik vs Persija 0-0
    18/04/09 Persipura vs Persik 0-0
    22/04/09 Persiwa vs Persik 0-0
    15/05/09 Persik vs Pelita 0-0
    22/05/09 Persik vs Persitara 0-0
    27/05/09 Persisam vs Persik 0-0
    30/05/09 Bontang vs Persik 0-0